Kefamenanu, medikastar.id
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mulai dilaksanakan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun ternyata masih ada kendala tertentu yang dihadapi sekolah tertentu. Kendala tersebut misalnya ketersediaan komputer, akses jaringan internet dan listrik yang kurang memadai. Hal seperti inilah yang terjadi di SMAN Noemuti Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Kepala SMAN Noemuti Timur, Dominikus Nitsae, S.Pd saat dihubungi melalui Whatsapp, Senin (01/04/2019) mengatakan bahwa keputusan pelaksanaan UNBK di SMAN Noemuti Timur sebenarnya merupakan sebuah keputusan yang sulit. Pasalnya kendala alam, seperti hujan sering menyebabkan banyak pohon yamg tumbang dan mengenai kabel listri sehingga membuat putusnya jaringan listrik dan jaringan internet.
Namun, dirinya mengatakan, jika hal seperti ini bukan hambatan yang berarti. Pihaknya berkomitmen tetap laksanakan UNBK sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah.
“Lebih dari itu kita mau tunjukan bahwa kita di kampung juga siap terima perkembangan global karena perubahan terjadi tidak mengenal orang itu ada di kota atau di kampung. Segala persiapan sudah disiapkan secara matang, memang banyak kekurangan karena ini sekolah baru, namun kekurangan bukan penghambat untuk sekolah melaksanakan UNBK,” tuturnya.
Mantan Kepala Sekolah sekaligus Pendiri SMPN Satap Neofmolo itu juga menjelaskan bahwa untuk tahun 2019, jumlah siswa yang mengikuti UNBK ialah 25 orang dan terbagi menjadi dua sesi ujian. Sesi pertama 13 orang dan sesi kedua 12 org.
Sementara itu komputer atau laptop yang disiapkan oleh sekolah sebanyak 17 unit dengan rincian 13 unit untuk dipakai sedangkan 4 unit lagi sebagai cadangan.
“Kita masih kekurangan Komputer dan hanya memiliki 6 unit. Selebihnya adalah pinjaman dari pemerintah desa Manikin, pemerintah desa Haekto, masyarakat kecamatan Noemuti Timur dan pinjaman dari sekolah-sekolah yang telah selesai melaksanakan UNBK,” jelasnya.
Dominukus Nitsae sangat berharap agar UNBK ini dapat berjalan dengan lancar. Ia juga memberikan apresiasi terhadap guru, pegawai tata usaha maupun teknisi. (*/Santos).
Baca juga: Wagub NTT Kritisi ASN yang Berswafoto saat Memakai Rompi Orange

