Waspada, 9.957 Rumah di Kota Kupang Positif Punya Jentik Nyamuk!

Kota Kupang, medikastar.id

Kota Kupang tengah mengalami KLB (Kejadian Luar Biasa) Demam Berdarah Dengue (DBD). Tercatat sudah ratusan orang yang terkena DBD. Salah satu langkah yang diambil oleh Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk mengatasi masalah ini ialah dengan membagikan abate secara massal bagi seluruh warga.

Abate ini dibagikan oleh ribuan mahasiswa dari seluruh kampus kesehatan yang di Kota Kupang pada Jumat (25/01/19) lalu. Mereka dikoordinir oleh 11 Kepala Puskesmas yang ada di Kota Kupang dan dibantu oleh para tenaga kesehatan di Puskesmas.

Dalam proses tersebut, para mahasiswa dan tenaga kesehatan tidak hanya membagikan abate, tetapi juga secara langsung melakukan pemeriksaan. Mereka juga langsung menaburkan abate di tempat penampung air milik warga. Bahkan warga juga diedukasi mengenai penggunaan abate, tips-tips agar terhindar dari DBD, dan sebagainya.

Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Kupang, Sri Wahyuningsih, S.KM,M.Kes, Minggu (27/01/19) kepada Media ini memberikan catatan bahwa jumlah rumah di seputaran wilayah kerja 11 Puskesmas yang ada di Kota Kupang ialah sebanyak 28.838 rumah. Dari jumlah tersebut, para mahasiswa dan petugas kesehatan berhasil memeriksa 15.804 rumah. Pihaknya juga berhasil membagikan abate di 14.693 rumah. Jumlah tempat penampungan air yang ditaburi abate sebanyak 33. 443.

Dengan demikian, tecatat bahwa 50,95 persen rumah di wilayah kerja 11 Puskesmas yang ada di Kota Kupang telah memperoleh abate. Selain itu, tercatat juga bahwa total sebanyak 673.209 gram abate yang dibagikan bagi warga Kota Kupang.

Proses ini ternyata melahirkan temuan mengejutkan di lapangan. Dari 15.804 rumah yang diperiksa, terdapat 9.957 rumah yang positif memiliki jentik nyamuk. 5.985 rumah lainnya dinyatakan bebas atau negatif dari jentik nyamuk. Selain itu, terdapat 18.332 tempat penampungan air yang positif memiliki jentik nyamuk.

Baca Juga: Tahun Ini, Empat dari Tujuh Puskesmas di TTU Akan Dibangun Berlantai Dua

Sri menjelaskan pula bahwa ada rumah atau tempat penampung air yang tidak diberikan abate, karena memang tempat penampung air tersebut sudah memiliki tutupan dan ditutup secara rapat.

Sementara itu, rumah-rumah yang belum mendapatkan abate, akan segera mendapatkan abate, mengingat sesuai dengan pelaksanaan kegiatan penanggulangan DBD, pembagian abate dan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) masih akan terus dilakukan.

Lebih dari itu, Sri juga menjelaskan bahwa semua tempat penampungan air yang positif memiliki jentik nyamuk langsung ditaburi abate. Selain itu, diharapkan juga agar penghuni rumah dapat menjadi Jumantik (juru pemantau jentik) dan tetap menjalankan 3M Plus demi mencegah DBD.

“Rekapan (data di atas) belum final, karena masih ada Puskesmas yang belum memasukan data dan ada juga yang belum rekap semua kelurahan. Akan ditambah bila sudah lengkap,” tutur Sri. (*/red)

Baca Juga: Kasus DBD Di TTU Alami Peningkatan Tanpa Kematian