Terkait PJJ tersebut, saat ini, sedang berlangsung proses pembelajaran PJJ diploma Keperawatan dan kebidanan di Kabupaten Flores Timur, Keperawatan dan kebidanan di kabupaten TTU. Juga Keperawatan dan Kebidanan di kabupaten Fak-Fak, Papua Barat; Keperawatan dan Kebidanan di kabupaten Sumba Barat Daya; dan keperawatan di kabupaten Ngada.
Selain itu, Poltekkes Kemenkes Kupang sejak 2017 juga telah menyelenggarakan pendidikan bagi tenaga kesehatan melalui program rekognisi pembelajaran lampau (RPL).
Kepada para wisudawan dan wisudawati, Kristina berharap agar mereka mampu menunjukan profesionalisme, komitmen yang tinggi serta perilaku yang lebih baik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di tengah masyarakat.
“Kami sangat berharap agar saudara dapat menunjukan kemampuan bersaing dan berkontribusi terhadap pembangunan kesehatan,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kesehatan NTT, drg. Dominikus M. Mere, M.Kes berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati agar selalu yakin dan percaya bahwa suatu saat akan berhasil saat memasuki dunia kerja.
“Pastikan bahwa saudara semuanya menjadi ahli dan professional sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Mari bahu membahu mengatasi persoalan bangsa ini, terlebih persoalan di bidang kesehatan,” tuturnya.
Pantauan media ini, acara wisuda dan angkat sumpah Ahli Madya dalam bidang kesehatan ini berlangsung semarak. Baik wisudawan dan wisudawati maupun para orang tua serta para pendidik di Poltekkes Kemenkes Kupang semuanya nampak sangat bahagia. (red)
Baca Juga : dr. Christian Widodo Layani Masyarakat Nunbaun Sabu

