Kota Kupang, medikastar.id
Menyonsong HUT ke-10 yang jatuh pada tanggal 23 Februari nanti, Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Dedari Kupang menggelar serangkaian kegiatan bagi masyarakat di seputaran wilayah Kota Kupang. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan ialah aksi donor darah massal di rumah sakit tersebut, Jumat (08/02/19).
dr. Nanin Susanti, Akp.MARS, Direktur RSIA Dedari di sela-sela kegiatan membenarkan bahwa aksi donor darah digalakan oleh pihaknya dalam rangka HUT ke-10 RSIA Dedari. Kegiatan seperti ini telah menjadi agenda rutin yang dilakukan oleh RSIA Dedari setiap tahunnya.
“Setetes darah sangat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan, sehingga kita lakukan kegiatan ini,” jelasnya.

Senada, Ketua Panitia HUT ke-10 RSIA Dedari, Guido Valdizan, S.Kep.Ns menuturkan bahwa aksi donor darah merupakan agenda rutin RSIA Dedari setiap tahunnya. Yang berbeda, aksi donor darah kali ini tidak hanya melibatkan karyawan RSIA Dedari, tetapi ada juga pihak TNI/Polri, BNN Kota Kupang, dan masyarakat yang ikut mengambil bagian.
Selain donor darah, lanjut Guido, dalam rangka HUT ke-10, RSIA Dedari juga menggelar berbagai kegiatan. Kegiatan pertama yakni Talk show Kesehatan tentang Infertilitas dan Kesehatan Jiwa di Stikes CHMK oleh Dokter Spesialis RSIA Dedari Kupang pada tanggal 02 Februari lalu.
Selain itu, dilaksanakan pula kegiatan bakti sosial di Puskesmas Baktate, Kabupaten Kupang pada tanggal 6 Februari. Juga kegiatan Talk show tentang Kesehatan Reproduksi Remaja dan Kesehatan Jiwa di SMA Negeri 3 Kupang oleh dokter Spesialis RSIA Dedari Kupang pada tanggal 7 Februari.

Pada tanggal 09 Februari, RSIA Dedari akan menggelar rangkaian kegiatan di arena Car Free Day. Kegiatan itu berupa jalan sehat, zumba bersama, lomba cuci tangan, dan juga lomba mewarnai gambar bagi anak.
RSIA Dedari juga akan melakukan aksi penanaman 1000 anakan pohon kelor dan cendana di Raknamo.
“Penanaman 1000 anakan kelor dan cendana ini dilakukan di salah satu lokasi di Raknamo. Ada lokasi yang disediakan oleh rumah sakit. Terkait hal ini, kita sudah konfirmasi dengan pihak pemerintah khususnya dalam hal pengadaan bibit,” terangnya.
“Bakti sosial dan berbagai kegiatan yang dilakukan merupakan bentuk sumbangsi RSIA Dedari bagi masyarakat,” kata Guido.
Baca Juga: Pejuang Hak Masyarakat Kecil

Terima Kasih itu Bukan Hanya dengan Kata-Kata
“Selama 10 tahun kita melakukan pelayanan kesehatan, khususnya kesehatan ibu dan anak, kita banyak mendapat support dan kepercayaan dari masyarakat Kota Kupang khususnya dan NTT umumnya, bahkan ada yang dari Timor Leste,” kata dr. Dewa Putu Sahadewa, Sp.OG (K).
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya dan selalu ingin mendapatkan saran-saran untuk kemajuan kami selanjutunya,” sambung owner RSIA Dedari ini.
Menurutnya, sebagai perwujudan ucapan terima kasih pada masyarakat, pihaknya secara rutin melakukan berbagai kegiatan, baik itu bakti sosial, talk show kesehatan, dan sebagainya.

“Ucapan terima kasih itu bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dalam bentuk berbagai kegiatan bagi masyarakat,” lanjut dr. Sahadewa.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, pihaknya juga mau menekankan bahwa RSIA Dedari tidak hanya melayani pasien yang datang ke rumah sakit. Rumah sakit ini membuka diri untuk berbagi pengetahuan, terutama dari pakar-pakar kesehatan yang ada.
“Kami berbagi pengetahuan demi menggalakan upaya promotif dan preventif. Tentu supaya masyarakat lebih mampu untuk mencegah datangnya sakit atau mengarahkan diri pada upaya-upaya pemeliharaan kesehatan, terutama kesehatan reproduksi remaja,” jelas dr. Sahadewa.

Menurutnya, saat ini media massa ramai memberitakan tentang kasus-kasus aborsi, keguguran, pembunuhan bayi, dan sebagainya. Mneyikapi ini, pihaknya langsung terjun ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi remaja.
“Kalau ada komunitas atau kelompok masyarakat, Gereja atau sekolah yang ingin mendapatkan ceramah kesehatan atau talk show kesehatan dari para pakar di RSIA dedari, kami siap bekerja sama,” ungkap dr. Sahadewa.
“Sementara donor darah berkaitan dengan bagaimana sumbangsi kita pada masyarakat yang membutuhkan darah. PMI juga mesti kita support sebab PMI juga banyak membutuhkan darah,” lanjutnya.

Lebih jauh, terkait aksi penanaman kelor dan cendana, dr. Sahadewa menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian RSIA Dedari terhadap lingkungan. Selain itu, kegiatan tersebut juga demi mendukung program revolusi hijau yang digalakan oleh pemerintah.
“Yang utama ialah bagaimana kita menjaga harmonisasi hubungan kita dengan sesama manusia, dengan lingkungan dan Tuhan; tentu dengan melakukan pelayanan yang terbaik,” pungkas dr. Sahadewa. (*/red)
Baca Juga: Tetap Waspada, DBD Masih Terus Mengancam

