Cerita Putra NTT yang Berikan Pertolongan Medis bagi Korban Gempa di Palu dan Donggala
Palu, medikastar.id
4 orang tim Medis dari provinsi NTT yang tergabung dalam Gerakan Kemanusiaan Posko Jenggala, Selasa (09/10/18) mulai menjalankan misi kemanusiannya, membantu para korban gempa di Palu, Donggala dan sekitarnya. 4 orang putra NTT yang terdiri dari 2 orang dokter, 1 perawat dan 1 orang asisten apoteker ini adalah dr. Awaluddin A. Hingar Labala, dr. Benny Aquino Kia, Petrus Laba, dan Jibrael Dominggus Ully.
“Kami ke sini khusus memberikan bantuan medis bagi korban gempa. Dari Kupang, kami membawa obat-obatan, peralatan perawatan luka, dan juga sumbangan dari ikatan Farmasi NTT berupa 3 dos pakaian. Sementara obat-obatan dan fasilitas lainnya sudah disiapkan oleh Posko Jenggala di sini, sekitar belasan container,” tutur Petrus Laba kepada Medika Star melalui telpon seluler.
Selasa (09/10/18), tim medis Posko Jenggala ini dibagi menjadi 3 tim. Tim pertama mendirikan Posko di hotel Andalas Palu, tim kedua mendirikan Posko di kantor Prudential Palu, dan tim ketiga adalah tim mobile yang bergerak ke berbagai wilayah yang terkena dampak gempa dan fenomena likuifaksi.

Petrus Laba sendiri tergabung dalam tim mobile dan kemudian memberikan pertolongan di Kabupaten Siggi, khususnya di desa Sibalaya Utara dan desa Jono Oge.
“Dampak likuifaksi di beberapa daerah di Palu, khususnya di desa Jono Oge sangat mengerikan. Rumah-rumah seperti hilang ditelan bumi. Terlalu sadis,” ungkap Petrus Laba, Wakil Direktur Klinik King Care ini.
Diceriterakan oleh Petrus bahwa salah satu korban selamat di desa Jono Oge, Eko, mengisahkan bahwa saat terjadi gempa, tiba-tiba tanah terbelah, sehingga rumah-rumah langsung ditelan oleh lumpur dengan kedalam sekitar 10 meter.
Eko yang pada saat kejadian sedang duduk di depan rumah bersama teman-temannya langsung terseret masuk ke dalam tanah.
“Lalu semacam ada lumpur lagi yang menyembur dari dalam tanah, sehingga saya terlempar keluar dan bisa selamat,” tutur Petrus Laba mengulangi apa yang diceriterakan Eko kepadanya.
Petrus menuturkan bahwa di wilayah tersebut, saat ini telah ada tim medis yang membantu, sehingga ia dan teman-temannya hanya membantu memberikan perawatan luka bagi puluhan korban yang ada di sana.
Selain di wilayah tersebut, pada hari yang sama, Petrus dan timnya juga melayani korban gempa di wilayah desa Sibalaya Utara.
“Kita langsung ke posko pengungsian, di desa Sibayala Utara. Di situ berkumpul pengungsi dari Sibalaya Utara, Sibalaya Selatan, dan Sibalaya Barat. Di sana sudah ada bantuan tenda dan ada relawan dari Jakarta yang khusus menyediakan bahan makanan. Sedangkan tenaga kesehatan belum ada, sehingga kami menjadi tenaga kesehatan pertama yang menyentuh titik ini,” tutur Petrus.

Di daerah tersebut, Petrus dan beberapa dokter di tim tersebut melakukan pemeriksaan dokter dan pengobatan, serta perawatan luka. Kasus terbanyak yang ditemui ialah bahwa para pengungsi mengalami gatal-gatal. Tidak sedikit juga yang menderita darah tinggi, karena stress akibat kehilangan anggota keluarga dan juga tempat tinggal.
“Di sini, saya sempat menangani seorang bapak yang tidak mau disebutkan namanya. Dia berceritera bahwa pada saat gempa, terjadi juga longsor, sehingga rumah mereka ditutupi oleh material dan rumahnya benar-benar hancur. Beberapa anaknya terkubur di rumah tersebut, sehingga dia sangat stres dan tidak ingin kembali ke tempat asalnya,” cerita Perawat asal Lembata ini.
Lebih lanjut, petrus mengatakan bahwa di daerah tersebut, timnya berhasil memberikan pertolongan medis bagi ratusan pengungsi.
“Situasi saat ini, warga berkumpul di tempat-tempat pengungsian yang sudah ada. Ada juga warga yang membuat tenda-tenda darurat di depan rumah mereka,” tutur Petrus.
Petrus Laba yang kini bertugas di IGD RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang ini dan ketiga rekannya akan berada di Palu selama 2 minggu ke depan untuk memberikan bantuan medis.
Gerakan Kemanusiaan Posko Jenggala itu sendiri merupakan sebuah Yayasan yang memiliki misi memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana alam, pengungsi, tuna wisma, anak jalanan, dan fakir miskin. Posko Jenggala juga memiliki misi mengadakan pengobatan gratis, membangun rumah ibadah, membangun sarana pendidikan, dan melestarikan lingkungan hidup. (*/red)
Baca Juga : Jokowi: “Kita Butuh Banyak Pengusaha, Apalagi Pengusaha Perempuan yang Kadang Jauh Lebih Ulet!”
