Padang, medikastar.id
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) membuka acara Rapat Kerja Nasional Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Rakernas IWAPI) ke-28 di Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (08/10/18). Dalam acara tersebut Jokowi didampingi oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise.
Rakernas ini mengangkat tema, “IWAPI 43 Tahun Konsisten Berperan Meningkatkan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Menuju Indonesia Sejahtera.” Ini terlaksana dalam rangka meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan di bidang pembangunan.
Hadir dalam acara ini, sekitar 1.200 perempuan anggota IWAPI di seluruh Indonesia. Selain itu, hadir pula Sekretaris Kabinet, Pramono Anung dan Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Irwan Prayitno.
“Kita butuh banyak pengusaha, apalagi pengusaha perempuan yang kadang jauh lebih ulet, gigih, teliti dan telaten dibanding pengusaha laki-laki. Jika pengusaha perempuan semakin maju, maka ekonomi Indonesia juga akan maju,” ujar Jokowi saat membuka Rakernas tersebut.
Berdasarkan data BPS pada 2014, sekitar 60 persen usaha kecil dan mikro di Indonesia digerakkan oleh perempuan. Hebatnya usaha ini terbukti mampu bertahan dari krisis moneter yang menimpa Indonesia dalam 10 tahun terakhir.
Selain itu, usaha mikro dan kecil menyumbangkan sekitar 56,5 persen dari Produk Domestik Bruto. Juga menyerap sekitar 66,7 persen tenaga kerja di sektor usaha mikro, dan kecil, di mana sekitar 70 persen pelakunya adalah perempuan.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga dan membangun kewirausahaan di Indonesia. Namun sayang, ini belum diiringi dengan kepedulian banyak pihak untuk memperbesar akses dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas usaha bisnis perempuan. Akses permodalan, akses bimbingan dan pelatihan sering kali menjadi persoalan klasik yang dihadapi perempuan pelaku usaha mikro dan super mikro,” ungkap Menteri PPPA, Yohana.
Pemerintah melalui Kemen PPPA, terus berupaya menjawab persoalan tersebut dengan berbagai kebijakan yang mendukung peningkatan ekonomi perempuan. Hadirnya IWAPI tentu sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan kapasitas perempuan pelaku usaha skala mikro dan kecil.
Di antaranya mendukung pelaksanaan 3 tujuan strategis, yaitu Three Ends atau Tiga Akhiri. Salah satunya dari Three Ends yaitu End Women’s Barriers to Economic Justice atau Akhiri Kesenjangan Akses Ekonomi bagi Perempuan. Selain itu, meningkatkan kapasitas perempuan pelaku usaha dalam menghadapi tantangan ekonomi global seperti ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Pada rangkaian acara Rakernas IWAPI tersebut, Yohana menyampaikan sambutan sekaligus membuka Pameran IWAPI. Pameran ini menyuguhkan berbagai hasil kerajinan tangan dan industri rumahan (IR) dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
“Saya harap Rakernas IWAPI ini dapat menjadi forum untuk membahas berbagai persoalan perempuan di bidang ekonomi. Selain itu, menghasilkan strategi yang tepat, terobosan jitu, serta program kerja yang konkrit dan nyata bagi kaum perempuan dalam meningkatkan usaha bisnisnya. Khususnya bagi perempuan pelaku usaha skala mikro dan super mikro,” kata Yohana.
“Jika program kerja tersebut berhasil, secara tidak langsung berkontribusi pada penguatan ketahanan keluarga, termasuk ketahanan ekonomi,” tutup Yohana. (*)
Baca Juga : Raperda Perlindungan Anak di Kabupaten ini Bisa Jadi Rujukan Bagi Daerah Lain

