medikastar.id
Selama masa pandemi Covid-19, masyarakat dianjurkan untuk lebih banyak menghabiskan waktunya dengan beraktivitas di rumah. Hal itu diberlakukan demi mencegah terjadinya penyebaran virus Corona secara lebih luas lagi. Aktivitas di tempat tinggal sendiri ternyata berdampak pada jumlah sampah yang bertambah.
Untuk itu, masyarakat perlu memahami atau mempelajari cara mengolah sampah rumah tangga secara baik. Dengan begitu, barang bekas yang dipakai oleh anggota keluarga tidak menjadi masalah kesehatan baru di tengah pandemi saat ini.
Jenis-jenis Sampah
Dilihat dari jenis atau klasifikasinya, sampah dapat dikategorikan ke dalam 3 jenis. Jenisnya yakni sampah organik, sampah anorganik dan sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Pengklasifikasian sampah ini tentu telah diketahui oleh banyak orang.
Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari makhluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan. Sampah anorganik merupakan sampah yang bukan berasal dari makhluk hidup seperti plastik dan logam. Sedangkan, sampah B3 umumnya mengandung bahan-bahan yang berbahaya seperti kaleng bekas cat, minyak wangi, dan lain sebagainya.
Cara Mengolah Sampah secara Sederhana
Secara sederhana, pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga dapat diterapkan dengan sistem pengelolaan 3R. 3R memiliki arti reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali) dan recycle (mendaur ulang).
Reduce atau mengurangi merupakan metode pengolahan sampah yang dimulai sejak awal dari sumbernya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengurangi pemakaian kantong plastik, tidak menggunakan bahan plastik sekali pakai seperti air mineral gelas, botol dan lain sebagainya dan masih banyak lagi.
Selanjutnya, reuse atau menggunakan kembali yang merupakan metode pengolahan sampah dengan memanfaatkan kembali barang bekas yang ada. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan kembali sampah kaleng ataupun botol sebagai pot, vas bunga, tempat pensil dan masih banyak lagi.
Untuk sampah organik, dapat diolah menjadi pupuk kompos yang berguna menyuburkan tanaman-tanaman di rumah. Cara pembuatannyapun sudah bisa diketahui di internet.
Recycle atau mendaur ulang merupakan metode pengolahan dengan mengubah sampah yang ada menjadi barang yang lebih berguna atau bahkan bernilai jual. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat mainan bagi anak-anak menggunakan barang bekas yang ada di sekeliling.
Selain itu, barang bekas juga dapat dibuat dalam berbagai kerajinan. Selain dapat mengurangi sampah, metode ini juga dapat memberikan nilai edukasi dan ekonomis bagi rumah tangga.
Untuk menjalankan pengolahan sampah yang demikian, kita juga perlu memulai dengan hal kecil seperti memilah sampah sesuai dengan jenisnya. Hal ini dilakukan agar dalam pengolahannya di tingkat rumah tangga atau tingkat setelahnya, dapat dikelola dengan baik dan efisien. Metode-metode tersebut bisa melatih kreativitas masyarakat di rumah.
Sebagai salah satu contoh penerapan, jika barang bekas seperti botol plastik yang sudah dipilah tidak ingin diolah sendiri, barang bekas tersebut dapat dijual ke pengepul sampah atau bank sampah sehingga bernilai ekonomis.
Selain itu, barang bekas yang ada juga bisa diberikan kepada pemulung yang sedang mencari barang-barang demikian. Dalam hal ini, penghasil sampah dapat membantu orang lain dengan cara yang sederhana.
Waktu yang dimiliki dalam aktivitas di rumah bisa disisihkan untuk mengolah sampah rumah tangga. Dengan kreativitas, barang bekas yang ada bisa kembali dimanfaatkan dan tidak menjadi masalah kesehatan bagi keluarga.
Baca juga: Memahami Lingkaran Hidup Nyamuk Aedes Aegypti dan Cara Memutusnya

