Kota Kupang, medikastar.id
Penyebar foto hasil tes cepat sampel bakso 99 dan bakso Istana di Puskesmas Bakunase Kota Kupang yang sempat menghebohkan masyarakat Kota Kupang beberapa waktu lalu tidak diberi sanksi. Foto sampel bakso tersebut sebagaimana diberitakan oleh media ini sebelumnya, merupakan foto Preliminary test dan hasilnya belum final, namun telah viral ke berbagai media sosial.
Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man, Jumat (05/04/19), mengatakan bahwa menurutnya, orang yang bersangkutan tidak bersalah, sebab telah mengambil langkah untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di BPOM.
“Mereka tidak salah juga karena yang di dalam petunjuk itu kan (tes) finalnya di Balai POM. Dalam proses pemeriksaan kan kecurigaan boleh. Ini demi keselamatan manusia juga,” ujarnya.
“Dari aspek aturan, menurut saya dia juga tidak bersalah, karena nanti finalnya oleh BPOM. Tetapi nanti diumumkan: kalau memang tidak ada (formalin) ya diklarifikasi kepada masyarakat supaya usahanya dia (pengusaha) tidak mati,” terang dr. Herman.
Ketika disinggung apakah oknum tersebut diberikan sanksi tertentu, dr. Herman mengatakan bahwa tidak ada sanksi bagi yang bersangkutan.
“Tidak ada tindakan (sanksi). Dia (penyebar foto) ada benarnya: ialah melanjutkan pemeriksaan ke Balai POM. Kalau tidak bawa ke Balai POM itu dia keliru. Itu kita tegur. Bahwa memberikan pembinaan itu wajar,” tuturnya.
Baca Juga: Hasil Tes BPOM: Bakso 99 dan Istana Bakso Kuanino Negatif Formalin
Dirinya juga mengatakan bahwa telah memberikan teguran kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, sebab hasil tes cepat terhadap sampel bakso 99 dan Istana Bakso bocor ke publik melalui media sosial.
“Saya menegur kepala dinas kesehatan: beri tahu petugas supaya tidak usah diumumkan ke media sosial supaya jangan menumbulkan kehebohan, bukan hanya untuk pengusaha tetapi juga untuk masyarakat,” katanya.
Sementara itu, terkait hasil pemeriksaan BPOM terhadap sampel bakso 99 dan bakso Istana beberapa waktu lalu, dr. Herman menuturkan bahwa nama kedua pengusaha tersebut perlu dipulihkan kembali.
“Pulihkan dengan cara diumumkan. Saya kira mereka (Dinas Kesehatan) dengan media massa kemarin sudah dijelaskan. Mereka foto bersama dan umumkan bahwa itu (bakso) tidak ada formalin,” tuturnya.
dr. Herman juga menghimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir. Ke depan, pihaknya akan terus melakukan pemeriksan rutin bersama BPOM.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra, M.Si menuturkan bahwa pihaknya belum menemukan siapa oknum yang menyebarkan foto tersebut.
Dalam jumpa pers, Selasa (02/04/19) lalu, dirinya menuturkan bahwa foto tersebut awal mulanya berasal dari grup WA Puskesmas Bakunase yang beranggotakan puluhan orang. Perilah siapa yang menyebar foto dari grup internal tersebut, tidak diketahui secara pasti.
“Wali Kota Kupang sudah langsung perintah saya: cari yang mengekspouse. Saya turunkan perintah saya ke sekretaris dan bidang promkes, turun ke Puskesmas. Puskesmas kumpulkan ada beberapa puluh orang yang menjadi bagian dari grup WA. Secara manual ini saya belum temukan siapa yang mengekspouse,” tuturnya
“Apa pun yang kami temukan pasti kami akan informasikan. Tetapi biasanya informasi secara pembinaan pasti kita ke yang bersangkutan dulu. Karena bagaimana pun kalau informasi ini tersebar ke masyarakat, opini masyarakat kan terbentuk. Saya sebagai atasan kepala Puskesmas Bakunase, malah hari pertama sudah menegur Kepala Puskesmas. Dan teguran itu saya bikin tertulis secara berjenjang,” lanjut dr. Ari Wijana. (*/red)
Baca Juga: Sampel Bakso Negatif Formalin, Begini Kata Pemilik Bakso 99

