POGI NTT Beri Warna Tersendiri dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu di NTT

Kota Kupang, medikastar.id

Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Provinsi NTT harus memberi warna tersendiri dalam upaya penurunan angka kematian ibu yang masih sangat tinggi di provinsi NTT.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua POGI NTT, dr. Laurens David Paulus Sp.OG (K) dalam gelaran “Kupang Obstetri Ginekologi Update” (KOU) Ketiga yang berlangsung pada Sabtu (15/06/19) di Millenium Ballroom, Kota Kupang.

“Kita semua masih berjibaku untuk menurunkan angka kematian ibu ini sementara perkembangan terus berjalan. Untuk NTT, pendaharan masih menjadi momok kematian ibu, sementara di beberapa daerah lain pendarahan sudah bisa ditekan dengan melaksanakan persalinan yang aman dan ANC yang baik. Di beberapa daerah yang cukup maju malah penyebab kematian telah bergeser ke pre-eklampsia dan eklampsia,” jelasnya.

Menurutnya, hal tersebutlah yang melatarbelakangi mengapa POGI melaksanakan KOU Ketiga pada hari ini yang secara khusus membahas mengenai masalah Pre-eklampsia.

Ingin Belajar Langsung di Rumah? Klik untuk Terhubung dengan Branded Home Private

dr. Laurens menjelaskan pula bahwa POGI sebagai Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi di Provinsi NTT cukup eksis dengan berbagai kegiatannya, termasuk kegiatan seminar dan symposium yang secara rutin dilaksanakan. Terdata, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di NTT yang terdaftar dalam POGI mencapai 55 orang dan tersebar hampir di seluruh Kota dan Kabupaten yang ada di NTT.

“Oleh karena itu, seharusnya kita punya warna tersendiri untuk menurunkan angka kematian ibu di NTT ini. Salah satunya, pada acara ini kami akan melaunching sebuah kegiatan kami yang disebut ‘POGI Lebih Dekat,” lanjutnya.

Melalui program ini, para dokter obgyn akan ada di Puskesmas, bukan untuk pelayanan, tetapi mereka akan datang ke Puskesmas untuk memberikan transfer knowledge, memberikan pengetahuan kepada tenaga kesehatan, khususnya kepada dokter umum dan bidan yang ada di Puskesmas, pada setiap minggunya, tanpa dibayar.

KOU Ketiga Hadirkan Sejumlah Pakar

KOU Ketiga ini menghadirkan para pembicara yang adalah para pakar di bidang obstetri ginekologi, baik dari Provinsi NTT, dari level Nasional, dan bahkan dari luar negeri. Pembicara dari tingkat nasional ialah Prof.Dr.dr. Johannes C. Mose, SpOG (K) yang membawakan materi, “Pre-Eklampsia Dapat Dihentikan?”

Selain itu, ada juga pembicara dari Australia, yakni Kathleen Wilson, M.D dan Jenna McDuff, M.D yang membawakan materi, “Apakah USG Perlu dalam ANC?” dan juga Live Demo USG. Pembicara lainnya ialah dr. I. Ketut Agus Sunatha, SpOG (K) yang berbicara soal, “Perencanaan Kehamilan yang Sehat,” dan juga dr. Hendriette I. Mamo, SpOG (K) yang membawakan materi, “ANC Terfokus.”

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man hadir dan membuka kegiatan ini, sekaligus melaunching program “POGI Lebih Dekat,” yang adalah salah satu terobosan POGI NTT di Kota Kupang. Selain itu, hadir pula Kepala Dinas kesehatan Kota Kupang, dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra, M.Si.

Dalam kesempatan ini, Ketua Panitia Kegiatan, dr. I. Ketut Agus Sunatha, SpOG (K) dalam laporannya menuturkan bahwa tema khusus yang dibahas dalam KOU Ketiga ini ialah, “Pre-eklampsia Stoppable.” Di mana di melalui seminar ini, para peserta dapat memperoleh pemahaman mengenai bagaimana mencegah pre-eklampsia yang adalah penyebab nomor dua kematian ibu.

Baca Juga: Sukarela, 20 Dokter Sp.OG akan Terjun ke Seluruh Puskesmas di Kota Kupang

“Kami menghadirkan narasumber dari nasional yang kompeten mengenai hal tersebut sehingga teman-teman bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik dan mengambil ilmunya. Tujuan kami ialah dengan adanya kegiatan ini, sahabat-sahabat kami, para dokter dan bidan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man atas nama pemerintah Kota Kupang mengapresiasi POGI NTT yang melaksanakan KOU tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat dalam kaitannya dengan upaya penurunan angka kematian ibu, mengingat angka kematian ibu di Kota Kupang sendiri pun masih cukup tinggi.

dr. Herman kemudian secara khusus menyoroti peran bidan dalam menangani permasalahan tingginya angka kematian ibu, pre-eklampsia, dan juga permasalahan stunting.

“Menurut saya, permasalahan ini merupakan permasalahan serius dan butuh peranan bidan yang sangat besar untuk menurunkan hal ini, terutama di NTT yang dikenal sebagai provinsi dengan angka stunting tertinggi,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Kupang saat memberikan sambutan

“Melalui kegiatan hari ini, kita dapat meningkatkan knowledge dan skill kita. Dan yang paling penting ialah change our attitude untuk berpikir bahwa tugas kebidanan adalah tugas yang penting dan dimulai dari janin sampai 1000 hari pertama,” sambung dr. Herman.

Terpantau, kegiatan yang dihadiri oleh ratusan dokter umum dan bidan serta mahasiswa dan puluhan Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi ini berlangsung dengan penuh semarak. Para peserta nampak antusias menyimak pemaparan materi dari para pembicara.

Selain seminar, pada KOU Ketiga ini juga diadakan Round Table Discussion (RTD) dengan pakar ahli yang akan dihadiri oleh para Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi di seluruh wilayah NTT. (*/red)

Baca Juga: Masalah Batas Ngada-Manggarai Timur Selesai, Saatnya Percepat Pembangunan

Video:

24 Dokter Ikuti Program Intersip Dokter Muda Indonesia di NTT

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=9ZuCNt-hNkk[/embedyt]