Webinar AIPKIND NTT Bahas Vaksinasi Ibu Hamil, Anak dan Remaja: Edukasi Bagi Masyarakat

Kota Kupang, medikastar.id

Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND) Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Webinar yang mengangkat tema ‘ Vaksinasi Covid-19 Pada Ibu Hamil, Anak dan Remaja’, Selasa (24/8/2021). Webinar tersebut merupakan bentuk dukungan bagi Pemerintah dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya vaksinasi Covid-19 dalam upaya membentuk herd imunity.

Selain penerapan protokol kesehatan yang ketat, vaksinasi sendiri merupakan salah satu cara meningkatkan kekebalan tubuh sebagai upaya menekan laju penyebaran virus Corona yang melanda Indonesia setahun lebih ini.

Ketua AIPKIND Wilayah NTT, Dr. Bringiwatty Batbual, Msc mengatakan, sebelumnya vaksinasi hanya menargetkan tenaga kesehatan, pekerja publik, lansia dan masyarakat umum. Namun tren peningkatan kasus positif Covid-19 pada Ibu hamil dan anak yang signifikan, maka kemudian melalui penelitian oleh ITAGI, anak umur 12-17 tahun dan Ibu hamil akhirnya diperbolehkan untuk menerima vaksin.

Khusus di NTT, pencanangan vaksinasi bagi Ibu hamil sudah dilakukan pada 19 Agustus 2021 lalu. Dari laporan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Wilayah NTT, baru 80 Ibu hamil di NTT mendapatkan vaksin jenis Sinovac dosis pertama. Melihat jumlah tersebut, Bringiwatty menilai, masih ada rasa takut dan was-was pada Ibu hamil akibat banyaknya berita hoaks yang beredar di masyarakat.

“Kami melakukan webinar ini sebagai bagian dari edukasi (vaksinasi Covid-19) bagi masyarakat. Jadi nomor satu edukasi bagi civitas akademika, ada dosen, ada mahasiswa kebidanan juga,” kata Bringiwatty.

Menurutnya, informasi yang update dan lengkap terkait keamanan vaksinasi bagi Ibu hamil, anak dan remaja perlu diberikan kepada masyarakat. Dosen dan mahasiswa kebidanan harus menjadi pembawa informasi yang baik bagi masyarakat, yang tidak menakut-nakuti namun bisa membangun rasa percaya diri Ibu hamil dan anak untuk divaksinasi.

Selain itu, para bidan dan masyarakat yang hadir pada webinar AIPKIND NTT kali ini, diharapkan juga bisa memberikan informasi yang tidak menyesatkan bagi Ibu hamil dan anak. Akurasi informasi dan kelengkapan informasi yang didapatkan dalam webinar diharapkan bisa disampaikan kepada Ibu hamil dan anak-anak, sebagai bentuk dukungan mempercepat vaksinasi dalam mencapai kekebalan komunal.

“Hoaks itu terlalu banyak. Jangankan Ibu hamil dan anak, kita yang sehat saja banyak yang belum mau. Nah itu perlu diedukasi. Edukasi itu dari mana, dari institusi pendidikan. Karena itu, institusi Kebidanan ini merasa perlu memberikan edukasi itu melalui webinar ini,” jelas Bringiwatty.

Dari data yang dihimpun AIPKIND NTT, jumlah anak dan remaja di Indonesia yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 baru 1 persen. Biasanya, orang tua akan mendampingi anak untuk mendapatkan vaksinasi. Orang tua akan menandatangani persetujuan anaknya diberikan vaksin. Dosisnya pun sama dengan orang dewasa.

“Ini banyak orang tua yang masih khawatir. Apakah ini benar atau tidak, berbahaya atau tidak bagi anak,” tambahnya.

Karena itu, Ia menilai penyampaian informasi yang benar sangat diperlukan agar lebih banyak orang bersedia untuk divaksin. Dengan begitu, banyak orang akan terhindar pula dari bahaya virus Corona.

Sementara itu, Ketua Panitia Webinar, Meri Flora Ernestin, SST., M.Kes menjelaskan, webinar kali ini diikuti oleh 765 peserta yang terdiri dari 613 orang mahasiswa kebidanan dan 152 orang merupakan dosen, bidan dan masyarakat umum.

Adapun mahasiswa Kebidanan yang hadir dalam webinar kali ini berasal dari 6 kampus berbeda yakni dari jurusan kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang, Prodi kebidanan STIKES Maranatha Kupang, Prodi kebidanan Universitas Citra Bangsa Kupang, prodi kebidanan STIKES Nusantara Kupang, Prodi Kebidanan Universitas Santo Paulus Ruteng dan Akademi Kebidanan Santa Elisabeth Kefamenanu.

Tangkapan layar webinar yang digelar AIPKIND Wilayah NTT (foto: AIPKIND NTT)

Materi yang disampaikan diantaranya dari Sekretaris AIPKIND Pusat, Yetty Leoni Irawan, Msc tentang peran civitas akademika Pendidikan Kebidanan dalam startegi penanganan Covid-19, dilanjutkan materi tentang Peran Bidan dalam vaksinasi Ibu hamil, anak dan remaja yang disampaikan oleh Ketua Pengurus Pusat IBI, Dr. Emy Nurjasmi,M.Kes.

Sementara materi tentang vaksinasi Ibu hamil yang mengulas tentang keamanan vaksin Ibu hamil dibawakan oleh spesialis Obstetri dan Ginokologi RSUD W. Z.Yohanes Kupang, dr. Agus Sunatha, spOG. Materi vaksinasi pada anak dan remaja dibawakan oleh spesialis anak pada RSUD W.Z.Yohanes Kupang, Dr, Simplicia M. Anggrahini, dr., Sp.A. Dan Prof.Dr. Frans Salesman, M.Kes, Rektor Universitas Citra Bangsa Kupang membawakan materi tentang Covid-19 di Indonesia dan NTT serta strategi penanggulangannya.

“Dari lima narasumber tadi kami merasa luar biasa, karena kami bisa menunjang program Pemerintah (untuk vaksinasi). Dimana sesuai dengan tupoksi kami sebagai bidan apalagi bagi pendidik,” kata Meri.

Meri berharap, informasi yang sudah didapatkan dalam webinar kali ini bisa diteruskan kemasyarakatan tanpa mengurangi atau menambah informasi, sehingga informasi yang diterima masyarakat adalah informasi yang benar. Dengan demikian, Ibu hamil, anak dan remaja bisa memberanikan diri untuk menerima vaksin covid-19.

“Sehingga dengan adanya pemahaman yang jelas (tentang vaksinasi), kita bisa menekan angka kesakitan (akibat covid-19) pada Ibu hamil, anak dan remaja,” tutup Meri. (joe/*)

Baca juga: PPKM Level 4 di Kota Kupang Kembali Diperpanjang, Ini yang Harus Dibawa Pelaku Perjalanan