Kaitan Cuaca dan Penyebaran Corona

medikastar.id

Per tanggal 6 April 2020 pukul 12.00 WIB, telah ada 2.491 pasien yang terinfeksi corona di Indonesia. Kenaikan jumlah yang cepat ini disebabkan oleh penyebaran yang juga terbilang sangat cepat. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi penyebaran virus corona.

Banyak ahli mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi penyebaran corona adalah cuaca. Lantas, bagiamana kaitan cuaca dengan penyebaran corona?

Para peneliti dari Massacusetts Institute of Technology (M.I.T) melakukan perbandingan antara penyebaran corona di cuaca panas dan cuaca dingin. Mereka menemukan bahwa sebagian besar penularan virus corona terjadi di daerah dengan suhu rendah antara 3 dan 17 derajat Celsius.

Sementara itu, negara-negara dengan cuaca yang panas, seperti negara pada daerah khatulistiwa memiliki penyebaran yang lebih rendah. Pada suhu di atas 18 derajat Celsius, penyebarannya terhitung kurang dari 6 persen kasus global sejauh ini.

Di mana pun suhu dingin, jumlah kasus mulai meningkat dengan cepat. Anda bisa melihat yang terjadi di Eropa, meski mereka memiliki perawatan kesehatan terbaik di dunia.” Kata Dr. Qasim Bukhari, seorang ilmuan komputasi dari M.I.T. dan penulis dari penelitian tersebut.

Dilansir dari Financial Times, para ilmuan dari Universitas Beihang dan Tsinghua di Cina juga telah meneliti bagaimana virus corona menyebar ke 100 kota di Cina. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa suhu dan kelembaban yang tinggi dapat mengurangi penyebaran covid-19.

Bagaimana dengan kondisi di Indonesia? Indonesia memiliki kisaran suhu antara 27 hingga 30 derajat Celsius, serta kelembapan udara antara 70 hingga 90 persen. Hal ini tentu menjadi kondisi yang tidak ideal bagi virus.

Namun, hal ini tidak ditunjukkan oleh situasi yang sedang dihadapi sekarang. Dalam satu bulan terakhir, terjadi kenaikkan jumlah pasien corona yang sangat drastis. Angka kematian yang terjadi pun terbilang sangat tinggi dibandingkan banyak negara lain.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa virus corona bisa sedikit dihambat penyebarannya oleh cuaca yang panas. Akan tetapi, virus ini tetap bisa menyebar dan menginfeksi siapa saja. World Health Organization (WHO) mengungkapkan bahwa semua orang bisa terjangkit virus corona, entah ia tinggal pada daerah dengan suhu yang panas atau dingin.

Meteoblue juga telah melakukan penelitian pada 21 negara dan lima benua, serta melingkupi semua zona iklim. Meski masih dalam tahap awal, penelitian yang dilakukan pada bulan Maret tersebut menyimpulkan beberapa hal.

Suhu udara yang lebih tinggi tidak akan memperlambat virus secara signifikan. Selain itu, Infeksi coivd-19 nampaknya sebagian besar tidak bergantung pada pengaruh cuaca eksternal.

Selanjutnya, analisis perlu dilakukan dengan berfokus pada efek suhu, kelembaban relatif, dan radiasi. Faktor-faktor tersebut harus dihubungkan dengan faktor lain seperti pembatasan sosial, tindakan kebersihan, perbedaan lokasi, dan lain sebagainya.

Cuaca yang panas bisa sedikit menghambat penyebaran virus corona. Untuk itu, agar keuntungan ini bisa dimanfaatkan dengan baik, maka rekomendasi utama untuk pencegahan corona harus diterapkan. Rekomendasi tersebut antara lain menjalankan physical distancing, beraktivitas dari rumah, serta menjaga pola hidup sehat seperti mencuci tangan dan konsumsi makanan bergizi.

Hal ini dikarenakan virus corona bisa masuk pada siapa saja melalui mata, hidung, dan mulut. Jika sudah masuk ke dalam tubuh, virus corona tidak bisa dibunuh dengan cuaca yang panas.

Kita masih harus mengambil tindakan pencegahan yang kuat. Suhu lebih hangat dapat membuat penyebaran virus ini kurang efektif, tetapi penularan yang kurang efektif tidak ada penularan.” Jelas Dr. Bukhari.

Meski Indonesia memiliki cuaca yang panas, bukan berarti corona tidak bisa menyebar. Virus ini tetap bisa menulari siapa saja. Oleh karena itu, masyarakat perlu menjalankan rekomendasi yang diberikan. Dengan melaksanakan rekomendasi yang telah diberikan, keuntungan cuaca yang panas di Indonesia dapat menjadi pendukung untuk mencegah penularan virus tersebut. Per tanggal 6 April 2020 pukul 12.00 WIB, telah ada 2.491 pasien yang terinfeksi corona di Indonesia. Kenaikan jumlah yang cepat ini disebabkan oleh penyebaran yang juga terbilang sangat cepat. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi penyebaran virus corona.

Baca Juga: Penggunaan Masker Kain dalam Menangkal Corona